Lailatul Badri Dorong Mekanisme Retribusi Sampah yang Lebih Transparan

topmetro.news, Medan – Anggota Komisi IV DPRD Medan Lailatul Badri, meminta agar retribusi sampah yang dipungut di lapangan dikembalikan ke pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan dengan mekanisme yang lebih spesifik dan transparan.

Permintaan itu disampaikan Lailatul Badri, yang akrab disapa Lela, dalam Rapat Kerja Triwulan IV Komisi IV DPRD Medan dengan DLH, Senin (5/1/2026). Rapat dihadiri Kepala DLH Medan, Melvi Marlabayana.

“Sampai hari ini masih banyak ditemui pemungutan sampah melebihi tarif yang ditetapkan. Bahkan, jumlah yang disetorkan ke Pemko Medan tidak sampai separuh dari target,” tegas Lailatul Badri.

Politisi PKB itu menambahkan, mekanisme pemungutan retribusi sampah perlu diperbaiki agar lebih transparan dan jelas. “Kami berharap di Triwulan berikutnya ada kabar gembira, bahwa mekanisme sudah diperbaiki dan anggaran meningkat,” ujarnya.

Anggota Komisi IV lainnya juga memberikan apresiasi terhadap peningkatan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor sampah, yang meningkat sebesar Rp4 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, mereka menekankan perlunya data lengkap, termasuk jumlah Wajib Retribusi Sampah (WRS) yang tercapai dan tantangan yang dihadapi sehingga target tidak terpenuhi sepenuhnya.

“Saat ini baru 35 WRS yang tercapai dari total yang ditetapkan. Kami ingin tahu langkah-langkah ke depan agar pencapaian lebih tinggi. Semoga di anggaran 2026 PAD dari sampah bisa meningkat lebih signifikan,” kata politisi PKS yang hadir dalam rapat.

Selain itu, anggota dewan juga menyoroti kendala pengangkutan sampah saat banjir pada 27 November 2025 lalu di TPA Terjun, yang menyebabkan antrean dan tersendatnya pengantaran sampah. Mereka menghargai respons cepat DLH dalam menangani situasi tersebut.

Menanggapi hal itu, Kadis DLH Kota Medan, Melvi Marlabayana, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendataan ulang WRS pada 2026. “Sekarang target retribusi berada di DLH, sementara pemungutan dilakukan kecamatan. Dengan pendataan ulang WRS, kami berharap PAD dari sektor persampahan meningkat,” ujar Melvi.

Selain itu, untuk mendorong peningkatan PAD, DLH juga berencana bekerja sama dengan pihak ketiga agar pengantaran sampah ke TPA dilakukan lebih langsung dan efisien. “Ini bisa menjadi salah satu opsi untuk meningkatkan pendapatan dari sektor sampah,” pungkas Melvi.

reporter | Thamrin Samosir

Related posts

Leave a Comment